Belajar Membuat Soal yang “baik”-1

write lifesteamcenter

write lifesteamcenter

Perhatikan soal berikut ini:

Pilihan ganda:

10. Cara seorang guru menaati peraturan adalah dengan….. a. tidak memberi nilai jelek kepada muridnya b. bersungguh-sungguh dalam mengajar muridnya c. membiarkan muridnya bermalas-malasan d. terlambat datang mengajar

Isilah dengan jawaban yang tepat:

5.Pulau-pulau di Indonesia yang berukuran besar antara lain adalah pulau . . . dan pulau . . .

6.Puncak semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia adalah saat . . . yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945

Saya tak hendak menyebutkan, dari mana soal itu berasal dan siapa pembuatnya. Yang jelas, soal itu merupakan sedikit di antara soal-soal aneh yang pernah saya jumpai.

Pilihan Ganda:

Konsekuensi pilihan ganda adalah jawaban tunggal. Menurut anda, mana jawaban yang benar dari soal nomor 10?

Apa yang akan terjadi jika anak menjawab “b” dengan alasan bahwa guru yang baik adalah guru yang sayang kepada muridnya, sehingga pantang memberi nilai jelek kepada murid? Hehe…

Saya pernah terkekeh pedih saat seorang teman (guru) mengunggah hasil scan jawaban muridnya. Saat ini saya belum sempat mencari arsipnya.

Soal itu berupa sebuah gambar perempuan memeluk seorang anak. Pertanyaannya adalah: Gambar di samping merupakan perwujudan kasih sayang seorang (a) ibu (b) ayah (c) pembantu (d) paman. Murid teman saya itu menjawab “c” (apakah jawabannya bisa disalahkan?)

Satu lagi. Kali ini untuk kelas dua sekolah dasar.

12. Jika tetanggamu sedang membangun rumah, apa yang harus kamu lakukan?

a. membantu b. bermain pasir c. mengganggu d. merusak

Soal tersebut saya ajukan kepada anak saya yang saat itu duduk di kelas yang sama. Dengan percaya diri dia menjawab “b” bermain pasir.

Emang apa yang biasa dilakukan anak-anak ketika melihat tumpukan batu bata dan gundukan pasir di depan rumah tetangga? Datang membantu? Ah, yang benar?

Isian singkat:

Coba perhatikan soal nomor 5 dan 6. Keduanya didesain untuk langsung diisi oleh anak-anak. Jika anda mau repot, coba print dan isilah lembar soal tersebut. Bisakah anda mengisi jawabannya dengan nyaman? Pahamkah maksud saya? Coba perhatikan, seberapa luas lahan yang diperoleh anak-anak untuk menuliskan jawaban mereka.

Sepele?

Sama sekali tidak. Soal ini menunjukkan kualitas empati pembuatnya (atau juru ketiknya?) terhadap anak-anak. Yang penting gue bikin soal. Bagaimana membuat anak nyaman menuliskan jawaban bukan hal yang penting.

Sedih saya.

2 thoughts on “Belajar Membuat Soal yang “baik”-1

  1. Hmm.. so interesting topic !🙂
    make some good questions is important for effective learning i think. As a teacher, they should be careful to make some question, right? we must think, how it can be improve student’s higher order thinking skills or not.
    nice posting and keep writing😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s