Mengajar Menulis-3 (Bermain Kosa Kata)

Tips ini bisa mulai diterapkan di kelas 1-2 sekolah dasar

Buatlah sebuah lingkaran besar di papan tulis. Isilah dengan topik yang hendak dibahas di kelas. Misalnya: pekerjaan.

Mintalah anak-anak membuat lingkaran mereka sendiri.

Ajak mereka mulai menggambar smart chart seperti ini:

circle_chart teamcoach com

circle_chart teamcoach com

Jumlah lingkaran luar bebas, sesuai kemampuan dan minat mereka.

Minta anak-anak mengisi chart mereka secara rahasia. Mengapa? karena kita hendak memainkannya.

Gambarkan chart kosong di papan tulis, mulailah mengisi chart bagian luar dengan mengajukan tebakan, dengan tata cara meminta petunjuk yang disepakati bersama. Misalnya boleh bertanya jumlah hurufnya, boleh bertanya berapa kali….

Guru: Pekerjaan ini diawali dengan huruf ‘p’ (tuliskan huruf p)

Murid: berapa huruf?

Guru: kurang dari 10 hehehe…

Murid: Yaaa… yang jelas dong? Berapa huruf?

Guru: hmmmm…kurang dari 8 deh

Murid: Waaah… ga boleh gitu dong, Bu, jawabnyaaaa…

Guru: Suka-suka ibu, kan kita ga bikin kesepakatan cara menjawabnya… hayooo…..

Murid: Waaa… curaaang, ga mauuuu,,,,

Bayangkan, suasana kelas anda pasti akan riuh. Ada yang senang, gemas, penasaran, bahkan kesal. Emosi positif sebagai awal adalah baik. Coba bandingkan jika anda mengawali pelajaran dengan kalimat seperti ini:

“Anak-anak, hari ini kita akan belajar tentang kata-kata yang berhubungan dengan pekerjaan. Tuliskan yang besar di buku kalian, “p e k e r j a a n”….. Nah, pekerjaan itu ada bermacam-macam. Kalian tentu pernah ke dokter. Itu salah satu jenis pekerjaan. Tugas dokter adalah mengobati orang yang sakit…. siapa yang membantu pekerjaan dokter di rumah sakit?….”

Dengan cara pertama, anda mengawali sebuah pengalaman belajar dengan menyalakan otak limbik anak. Emosi positif terhadap pembelajaran akan berakibat tertancapnya pengetahuan secara lebih permanen. Anda juga punya peluang untuk memancing anak-anak yang pasif dengan memberikan petunjuk seperti:

“huruf ketiga dari belakang adalah “o”…. atau huruf di tengahnya adalah “l”….

Hargai setiap tebakan yang benar dengan lonjakan atau tepukan senang (Ya. Guru juga boleh bertepuk atau melonjak, bahkan bertepuk sambil melonjak).

Kendala yang sering dihadapi anak saat diminta untuk menulis adalah terbatasnya kosa kata. Dengan cara ini, akan lebih banyak kata yang mereka kenal, dan tak mudah hilang ketika hendak mereka gunakan dalam sebuah tulisan. Happy vocabbing… halah, istilah apa pula itu? Hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s