Pak Dewan, Skype itu nggak rumit! :-)

teleconference kami tidak semewah sekolah yang di Australia, tapi tetap saja teleconference dan tidak rumit koq...

Meski fasilitasnya tak sekinclong di sekolah di Australia, teleconference kami tetap seruuu… (courtesy: Anne Mirtschin, Australia).

Hari ini kami tidak jadi belajar “present tense.” Kuminta murid-muridku memastikan email & akun skype mereka aktif, dan semua bisa menggunakannya. Jika nanti jadi anggota dewan, setidaknya mereka tak perlu ditertawakan warga sendiri di negeri orang… “

Itu status Facebook saya, Kamis, 4 Mei 2011.

Beberapa jam sebelumnya, saya membaca sebuah posting di milis Ikatan Guru Indonesia, tentang kunjungan Komisi 8 DPR RI ke Australia. Terasa sekali, si penulis sulit mengungkapkan perasaannya. Pasti campur aduk.

Layanan berita online juga meledek anggota dewan yang bahkan tak tahu alamat emailnya sendiri, atau memakai email gratisan. Entah ke mana larinya anggaran IT–mungkinkah dikonversi menjadi tiket  pesawat biaya studi banding? Belum lagi alamat email yang mereka sebutkan ternyata tidak aktif…

Tapi, dari semua itu, yang paling membuat saya geli adalah dialog antara Persatuan Pelajar Australia Indonesia dan anggota Komisi 8 yang sedang studi banding tersebut. Kira-kira isi dialognya mempertanyakan, mengapa dana studi banding tidak ditekan saja dan diganti dengan teleconference…”

Anggota Dewan: “Teleconference dengan negara lain? Itu jauh lebih susah teknisnya. Gimana caranya?” –terang saja hadirin tertawa miris.

Susah? Yang benar saja. Murid-murid saya yang tinggal di daerah pinggiran saja berkali-kali teleconference dengan teman-temannya dari sekolah lain di luar negeri. Memang tidak sambil duduk di ruangan ber-AC dan menghadap layar lebar.

Saya setiap saat bisa bertukar pendapat dengan guru lain dari negara mana pun, termasuk dalam seminar pendidikan online di Kemendiknas. Kami melakukannya dengan sambungan internet gratis program untuk sekolah, netbook sederhana, speaker murah, mikrofon kecil, dan…Skype. Gratis!

Apanya yang rumit?

Karenanya, rencana kami untuk belajar present tense melalui gambar bersambung ditunda. Ada yang lebih mendesak. Selama ini, akun Skype yang kami pakai untuk teleconference atau video call di kelas adalah milik saya. Beberapa murid memang punya akun dan pernah memakainya di sebuah kelas online bersama saya.

Murid yang belum punya akun saya minta mereka membuat dan berlatih menggunakannya saat itu juga. Jika hari ini mereka akrab dengan teknologi, Insya Allah, tanpa jadi Onno W Purbo sekalipun, mereka akan bisa menjadi warga dunia yang nggak malu-maluin amat!🙂

4 thoughts on “Pak Dewan, Skype itu nggak rumit! :-)

  1. Hey Anna I agree with you. What is complicated about videoconferencing and using skype. So much money is spent on big equipment and software, so much research, formal meetings and planning by upper levels, when teachers at the ‘ground floor’ or classroom level are doing it anyway. Hope we can link up again soon.

    • Yea, Anne. We’re teachers, and we can! Senang bertemu dengan anda, Anne… sungguh saya banyak belajar🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s