Mengajarkan Pikiran Utama

Lukisan Vian-siswi Mutiara Bunda-kenangan untuk saya

Lukisan Vian-siswi Mutiara Bunda-kenangan untuk saya

Rabu, 19 September 2012, saya diundang oleh Bu Uly untuk menjadi guru tamu di SD Mutiara Bunda, Bandung. Tugas saya adalah mengajak anak-anak kelas empat belajar tentang pikiran utama dalam paragraf. Topik ini sedang mereka bahas dalam pelajaran Bahasa Indonesia.

Sekira 70 anak ikut serta dalam pelatihan. Setelah brain gym sejenak untuk mengajak mereka fokus, saya mengawali materi dengan memutar sebuah film singkat tentang berteman. Anak-anak senang sekali dan minta film itu diputar ulang.

Setelah menonton film, saya minta beberapa anak menceritakan kembali secara singkat, apa yang mereka pahami dari film tersebut.

Kelas langsung riuh. Semua ingin bicara, haha…

Berikutnya saya mulai masuk ke materi. Beberapa slide dari buku anak karya saya kami bahas bersama (sambil promosi, dong…). Setelah beberapa contoh, anak-anak paham bahwa pikiran utama adalah gagasan yang hendak disampaikan kepada pembaca.

Pendeknya, setelah membaca sebuah paragraf, kemudian kalian merem, dan bisa mengatakan paragraf itu tentang apa, maka voila! Itulah pikiran utamanya.

Dengan menemukan pikiran utama, anak-anak bisa memahami bacaan dengan benar, dan selanjutnya mampu menulis dengan lebih terarah.

Tip dan Trik mengajarkan anak-anak dalam jumlah besar:

  1. Siapkan film yang menarik, durasi kurang lebih 20 detik. Anda bisa mengunduhnya di youtube dengan tema yang beragam. Film ini misalnya.
  2. Di sela materi, bagikan selembar kertas HVS kepada masing-masing anak. Minta mereka membaginya menjadi empat. Kegiatan sederhana ini bisa jadi ice breaker.
  3. Kertas ukuran kecil akan membuat mereka merasa lebih nyaman menulis paragraf singkat.
  4. Bergeraklah dari depan ke belakang, kanan ke kiri.
  5. Siapkan berbagai gambar untuk sumber ide mereka
  6. Sesekali sampaikan materi dari arah samping, bahkan belakang mereka.
  7. Siapkan papan tulis & spidol untuk mencatat jawaban atau komentar mereka—ini membuat mereka merasakan apreasiasi.

Selebihnya, kami bermain kalimat, membaca bersama, dan membuat cerita dari gambar tanpa kata. Seru sekali belajar bersama anak-anak yang aktif ini, semoga ada kesempatan berjumpa lagi.

Slide yang saya gunakan bisa diunduh di sini:

Isinya sederhana, sekadar untuk memandu anak-anak memahami konsepnya. Kami lebih banyak praktek membaca dan menulis. Mini workshop!

4 thoughts on “Mengajarkan Pikiran Utama

  1. Aaah, benar ya, Bu Anna ini yang mengunjungi sekolah waktu itu? hehehe… salam kenal ya, Bu.. Sayangnya ngga sempat bertemu di sekolah😦 mudah-mudahan ngga kapok maen ke sekolah kami😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s