Skype with Langwitches’ Class

courtesy of Silvia Tosalino

courtesy of Silvia Tolisano

Malam itu saya sedang nge-twit.

Iseng saja sambil cari informasi ini itu, sesekali (maksudnya sering sekali) cari hiburan bareng tweeps di berbagai penjuru.

Sepintas saya melihat ada permintaan skype antar kelas dari seorang guru. Namanya Silvia Rosenthal Tolisano.

Tadinya mau saya abaikan, karena tahun ini saya tidak mengajar di sekolah. Lagipula, perbedaan waktunya sebelas jam. Tapi, ah seru juga berkenalan dengan Silvia. Dari situsnya, Langwitches, saya baca berbagai program pembelajaran unik dia lakukan.  Sangat memantik ide petualangan mengajar.

Nah, meluncurlah pesan antara saya-Silvia, dan dalam hitungan menit, kami saling bertatap muka via skype. Saya di dapur, di pinggiran Bandung, dia di Jacksonville, Amerika Serikat.

Rupanya, dia mengajar anak-anak kelas tiga sekolah dasar, dan mereka sedang belajar tentang community. Mereka menggali data tentang berbagai komunitas di berbagai wilayah. Salah satu program unik yang dijalankan di sekolah itu adalah “Talk to Strangers.” Unik karena berbeda dengan yang biasa diajarkan para orangtua kepada anak-anak di negara itu.

Singkat cerita, kami janjian.

Begitu harinya tiba,  saya tampil dengan daster batik terbaik, hehe…

courtesy of Silvia Tosalino

courtesy of Silvia Tolisano

Anak-anak yang masih imut itu bergantian bertanya kepada saya tentang Indonesia, kebiasaan saya dan tetangga, agama yang ada di sini, cara masyarakat berkomunikasi, dan hal-hal yang berkaitan dengan komunitas. Menurut Silvia, setelah skype ini, mereka akan membuat laporan, dan film pendek—saya akan dikabari begitu film itu ditayangkan di situsnya.

Anak-anak itu bertanya dengan antusias. Mereka menjerit senang ketika saya matikan lampu dan  suasana jadi gelap. Sayang langit mendung, padahal saya ingin memperlihatkan bahwa ketika matahari bersinar di Amerika, di Indonesia bulan sedang bertahta.

“I feel odd..” jawab salah satu anak ketika saya tanya, “It’s night here. How do you feel?”

courtesy of Silvia Tosalino

courtesy of SilviaTolisano

Berikutnya kami bertukar bahasa dengan cara membaca salah satu buku saya. Saya pilih “Aku Anak Baik” edisi trilingual terbitan Al Kautsar Kids.

Saya tertawa campur haru melihat mimik mereka saat membaca kalimat berbahasa Indonesia, dan terlihat sangat lega begitu membaca kalimat Inggrisnya haha…

Saya senang belajar bersama mereka. Kami terpisah jarak dan waktu, tapi toh bisa tertawa bersama.

Satu jam berlalu tanpa terasa, kami saling say good bye.

Ketika kamera digerakkan ke arah lain, ternyata Silvia mengundang sejumlah guru juga di kelasnya.

Addduh… tau gitu…. hehe…

 

Daaan… tiga minggu kemudian, Silvia mengirimkan video ini. Whuaaa… senangnya.

12 thoughts on “Skype with Langwitches’ Class

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s