Kelas Menulis Online Self Editing

Malam tadi adalah malam terakhir.

Dua bulan ini saya mengawal dua generasi kelas bertajuk Kelas Menulis Online (KMO) Self Editing. Penyelenggaranya adalah komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN), pesertanya tentu ibu-ibu. Tujuan kelas ini sederhana: belajar mengoreksi dan menyunting naskah sendiri. Pesertanya dari berbagai wilayah Indonesia, ada yang dari luar negeri. Kelas yang digunakan adalah sebuah lorong rahasia di Facebook. Pesan tersembunyi dari kelas ini adalah menjadikan media sosial sebagai sarana belajar, berjejaring dalam kebaikan, dan berbagi manfaat.

KMO Self Editing

KMO Self Editing, foto oleh Ardiba Sefrienda

Tunggu. Jangan bayangkan suasana kelas editing ini serius dan penuh kerut. Selama dua bulan, dua gerombolan ibu meramaikan malam-malam saya dengan celoteh, senda gurau, pertanyaan, bahkan perisakan yang menyenangkan. Kelas yang digelar dua jam setiap malam ini pun jadi ajang bertukar ilmu dan wawasan, sekaligus berbagi ikatan persahabatan.

Dengan sejumlah pertimbangan, saya memilih lima materi ini untuk disajikan:

1. Mengapa naskah wajib disunting?
2. Mengolah diksi sesuai target pembaca.
3. Mengenali kalimat tidak efektif dan mengoreksinya.
4. Menata paragraf agar nyaman dibaca.
5. EYD dan selingkung.

Saya melewatkan detail materi tertentu dan memberikan porsi lebih di  materi yang lain, disesuaikan dengan keperluan peserta. Bahasa Indonesia yang mungkin jadi pelajaran membosankan saat di bangku sekolah, kini menjelma sebagai pelepas penat. Menyunting tulisan teman dan tulisan sendiri itu hiburan, bahkan mengunduh dan menjajal KBBI daring pun jadi permainan yang mengasyikkan—atau membingungkan bagi yang gagal mengunduh, ehehe…. Kan wajib melibatkan emosi dalam pembelajaran.

Saya berani bersumbar bahwa KMO Self Editing adalah kelas terpadat yang pernah saya kawal. Semua diskusi dan tugas dipajang di dalam kelas agar peserta saling belajar. Dari empat jenis penugasan, saya memberikan penilaian dan masukan secara terbuka. Semoga, peserta kenyang dengan ratusan paragraf, lengkap dengan pembahasannya, bonus rumpian dan jitakan saya😀

Ibu-ibu yang ajaib. Di antara padatnya aktivitas pekerjaan dan rumah, mereka sempat bermain dengan diksi, imbuhan, frasa, kalimat, kohesi, koherensi, merubah… eh, mengubah, hehe…

Kelas ini nyaris tak pernah sepi. Ketika saya berhalangan hadir pun, mereka menciptakan diskusi sendiri. Hingga malam terakhir tadi, pertanyaan masih saja dilontarkan. Enggan rasanya berhenti.

Sayang, tiba juga saatnya saya berterima kasih, berpamitan, meminta maaf, dan mengucapkan salam, “Jayalah di udara” hahaha….

6 thoughts on “Kelas Menulis Online Self Editing

  1. Awalnya saya berpikir, untuk apa ikut Kelas Menulis Online Self Editing? Kan banyak bertebaran materi semacam itu di Google?
    Ternyata… dengan bimbingan Guru akan jauh berbeda.
    Kita bisa dapat teguran saat tidak teliti atau lupa.
    Semua tugas yang diberikan jadi lem perekat dalam ingatan. Hehehe… Maklum, belajar di usia seperti saya kalau kata pepatah…”Bagai mengukir di atas air”

    *Terimakasih Ibu Guru yang sabar…🙂

  2. ahahahaa…betul sekali mbak Anna, Terus terang, saya bergabung di IIDN belum lama, belum ada 2 bulan ini kalau tidak salah.Tapi entah mengapa, setelah gabung di KMO Selfie saya seperti telah bertahun-tahun mengenal semua yang ada di kelas ini. Dan, keputusan saya tidak salah rupanya untuk ikut kelas ini🙂

    Saya yang pendiam dan pemalu (eh, ga salah?) yang awalnya cuma duduk manis menyimak rumpian bansus dan bajigur, lama kelamaan cair dengan sendirinya (baca: bandelnya keliatan). Semua ini pasti berkat sentuhan Mbak Devy dan mbak Lia yang heboh sureboh memandu kelas ini dengan penuh kasih sayang (cieee…)

    Sering saya cekikikan, membaca komentar-komentar mbak Anna yang lucu (ternyata banyak rubah lho di kelas ini.. hehehee…). Banyak sekali, deh, manfaat yang saya petik di kelas ini untuk perkembangan pembelajaran menulis saya.

    Beruntung sekali saya bertemu Ibu-ibu hebat di kelas ini. Terimakasih mbak Anna, Mbak Devy, mbak Lia, teman-teman semua, saya tak akan pernah lupakan kisah kasih kita selama satu bulan kemarin..🙂

  3. Setali tiga duit, dengan teman-teman. Awal saya ikut gabung di IIDN tidak pernah terlintas bakal keranjingan sekolah lagi. Seru-seruan di kelas online yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.
    Belajar dengan seru dan melaksanakan tugas sekolah dengan semangat selama satu bulan lebih.
    Awalnya, agak enggan belajar EYD, pelajaran yang dulu membuat saya tertidur di kelas (…nakal! hehe).
    Tapi ternyata, malah setiap hari saya tunggu-tunggu dan membuat mata betah berlama-lama belajar EYD.

    Sempat, mandi sore saya sudah melamunkan keseruan di kelas selfie II. Eh, keliru ambil pasta gigi untuk cuci muka…
    Semua karena Bu Guru yang seru, Mbak Devy dan Mbak Lia yang selalu sabar mengajar dan mengawal kelas.
    Teman-teman yang heboh dan rempong…
    hahaha masih suka tertawa sendiri kalau keingetan (tulisan ini salah kaya’nya, jitak).
    Jayalah terus di udara Ibu Guruku yang hebat, ma’afkan murid-muridmu ini ya…😀

  4. Kelas online yang selalu kurindu, Self Editing I. Suasana yang akrab, serta guru yang begitu sabarnya…# seraya mengunyah tau dan kacang rebus. Tidak pernah terbayang dampak mengikuti kelas ini membuat saya keranjingan mengikuti kelas lain. Boleh jujur, Mbak Anna Farida, guru yang luar biasa, tidak pernah menyalahkan suatu naskah (cara yang tepat untuk memberitahu ini letak kesalahnya) tidak membuat seseorang surut semangatnya, malah tambah semangat. Luar biasa mendapat Guru sebaik Mbak Anna…dan senangnya berakrab ria dengan kawan yang tersebar dimana-mana. Duduk manis bersama, walau saya harus berbagi mengurus orangtua yang sakit. Terima kasih Mbak Anna Farida atas ilmu yang diberikan..

  5. Meski, termasuk yang paling tidak rajin sedunia, saya menikmati serunya belajar di KMO self editing ini. Sebenarnya, saya belum ngerti banget apa itu self editing. Namun, dari aktivitas ini, saya dapat tambahan ilmu tentang mengedit tulisan/ karya yang kelak dapat ditularkan ke semua siswa saya. Juga dapat teman-teman yang seru (nggak seperti saya). Awalnya agak kaget dengan model pembelajaran seperti ini; penuh canda tawa – karena saya termasuk tipe pelajar yang serius, syukurnya saya bisa larut karena keramahtamahan para guru. Terima kasih buat semua guru, terutama Mbak Anna. Salam rindu dari saya buat para guru dan semua teman🙂

  6. Wah, Mbak Mutiah, Mbak Diah, Mbak Nunuk, Mbak Een, dan Mbak Sari, saya jadi terhura😀
    Berkat kelas ini, saya nemu banyak teman baru. Semoga kita kian bersemangat menjaga bahasa kita, bahasa Indonesia tercinta. Jayalah di udara😀😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s